GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Steve McClaren Ungkap Alasan Konflik Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag di Manchester United

Cristiano Ronaldo. (Foto: Dok/Ist). 

Suara Time, Jakarta - Mantan asisten pelatih Manchester United, Steve McClaren, kembali mengungkap situasi di balik konflik antara Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag saat keduanya berada di Old Trafford.

McClaren yang menjadi bagian dari staf kepelatihan Ten Hag pada 2022 mengatakan, persoalan antara Ronaldo dan sang pelatih bukan sekadar masalah pribadi. Menurutnya, perbedaan tuntutan taktik menjadi salah satu sumber utama ketegangan.

Dalam sebuah wawancara, McClaren menjelaskan bahwa Ten Hag meminta seluruh pemain, termasuk Ronaldo, menjalankan pressing secara konsisten ketika kehilangan bola.

McClaren mengaku sempat berbicara langsung dengan Ronaldo mengenai tuntutan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Ronaldo diminta menjadi pemain pertama yang melakukan pressing, kemudian melakukan pergerakan lanjutan sebelum kembali ke posisi untuk membantu tim.

Menurut McClaren, Ten Hag memiliki prinsip yang sangat jelas. Pemain yang tidak menjalankan instruksi tersebut berisiko tidak dimainkan.

Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan antara Ronaldo dan Ten Hag. McClaren menggambarkan hubungan keduanya sebagai sebuah situasi yang sulit, karena masing-masing memiliki pandangan berbeda mengenai bagaimana Ronaldo harus dimainkan.

“Jika kamu tidak bisa atau tidak mau melakukannya, kamu tidak akan bermain,” demikian inti penjelasan McClaren mengenai pesan yang disampaikan kepada Ronaldo.

McClaren sebelumnya juga pernah mengatakan bahwa ia tidak menyalahkan pendekatan Ten Hag dalam menangani Ronaldo. Menurutnya, Ten Hag datang ke Manchester United dengan standar, aturan, dan gaya bermain yang ingin diterapkan kepada seluruh pemain tanpa pengecualian.

Hubungan Ronaldo dan Ten Hag akhirnya memburuk hingga berujung pada berakhirnya periode kedua Ronaldo bersama Manchester United pada November 2022. Ronaldo kemudian melanjutkan kariernya bersama Al-Nassr di Arab Saudi.

Bagi McClaren, konflik tersebut menunjukkan sulitnya menemukan titik temu antara tuntutan seorang pelatih dengan status dan karakter seorang pemain bintang.

Type above and press Enter to search.