![]() |
| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) saat memberikan edukasi tentang brushing scam kepada ibu-ibu di Dusun Bodi, Desa Bumirejo. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Demak - Menerima paket yang tidak pernah dipesan bisa saja terjadi tanpa disadari. Kondisi tersebut ternyata perlu diwaspadai karena dapat menjadi salah satu modus penipuan digital. Hal ini disampaikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) saat memberikan edukasi tentang brushing scam kepada ibu-ibu di Dusun Bodi, Desa Bumirejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Selasa (25/8/2026).
Dalam
kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan brushing scam sebagai modus pengiriman
barang yang tidak pernah dipesan oleh penerima. Pengiriman tersebut dapat
berkaitan dengan penyalahgunaan data pribadi atau transaksi palsu pada platform
belanja daring.
Salah
satu mahasiswa KKN UPGRIS, Manda, mengingatkan warga agar tidak langsung
percaya ketika menerima paket yang tidak dikenal.
“Kalau
tiba-tiba ada paket yang tidak pernah dipesan, jangan langsung menganggap itu
hadiah. Cek dulu pengirimnya dan tanyakan kepada keluarga. Jangan sampai karena
penasaran kita justru memberikan data pribadi kepada orang yang tidak dikenal,”
ujar Manda.
Manda
juga mengingatkan warga untuk tidak memberikan kode OTP, PIN, kata sandi,
maupun informasi rekening kepada pihak yang menghubungi dengan alasan terkait
paket.
“Kalau
ada yang meminta kode atau menyuruh transfer untuk paket yang tidak kita pesan,
jangan diikuti. Lebih baik berhenti dulu, cek informasinya, dan pastikan
melalui pihak resmi,” lanjutnya.
Selain
membahas brushing scam, mahasiswa juga mengingatkan pentingnya menjaga data
pribadi ketika berbelanja secara online. Nomor telepon, alamat, informasi akun,
dan kode keamanan perlu dijaga agar tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak yang
tidak bertanggung jawab.
Melalui edukasi tersebut, kami berharap ibu-ibu Dusun Bodi lebih waspada menghadapi berbagai modus penipuan digital. Masyarakat diharapkan tidak mudah panik, tergiur, atau mengikuti permintaan yang mencurigakan hanya karena menerima paket yang tidak pernah dipesan.
