GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Membebaskan Cadangan Devisa dari Belenggu Dolar: Peran Strategis LCT

Ilustrasi - (Foto: Dok/Ist).

Suara Time, Kolom - 
Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Indonesia (BI) dan bank sentral negara-negara ASEAN gencar mempromosikan Local Currency Transaction (LCT) untuk transaksi perdagangan dan investasi lintas batas. Local Currency Transaction (LCT) merupakan transaksi ekonomi dan keuangan melalui Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tertentu (USD) serta efisiensi biaya transaksi valas. Inisiatif ini yang memungkinkan penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal masing-masing negara mitra, tanpa melalui Dolar AS, yang sering dikaitkan dengan efisiensi biaya. Namun, dampak LCT yang paling strategis dan mendasar adalah perannya dalam mengukuhkan ketahanan cadangan devisa.

Di tengah era kokohnya mata uang dolar yang dipicu oleh kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed), cadangan devisa negara berkembang seperti Indonesia terus menerus menjadi garda terdepan, sekaligus menjadi target utama tekanan pasar. Saatnya kita melihat LCT sebagai solusi struktural untuk membebaskan cadangan devisa dari tekanan Dolarisasi yang mahal dan melelahkan.

Dolarisasi dan Biaya Mahal Intervensi

Selama puluhan tahun, Dolar AS mendominasi sebagai mata uang penyelesaian (invoicing currency) untuk perdagangan internasional, termasuk sebagian besar transaksi di ASEAN. Dominasi ini menciptakan apa yang disebut Dolarisasi, di mana gejolak nilai tukar Dolar seringkali menular langsung ke mata uang lokal seperti Rupiah, sehingga setiap kali Dolar berfluktuasi, dampaknya segera terasa dalam perekonomian domestik.

Ketika Dolar menguat tajam karena kenaikan suku bunga The Fed atau gejolak geopolitik, terjadilah kepanikan pasar. Permintaan Dolar melonjak untuk memenuhi kewajiban impor dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menahan pelemahan Rupiah yang terlalu dalam dan menjaga stabilitas, BI terpaksa melakukan intervensi dengan menjual Dolar dari cadangan devisa.

Intervensi ini adalah solusi jangka pendek yang mahal. Setiap penurunan cadangan devisa mengirimkan sinyal negatif ke pasar global mengenai ketahanan ekonomi kita. Jika cadangan devisa terus tergerus, kepercayaan investor akan menurun, menciptakan siklus negatif yang sulit dihentikan.

LCT: Penyangga Stabilitas Cadangan Devisa

LCT berperan layaknya “penyelamat” yang membantu meredam tekanan pada cadangan devisa, sehingga cadangan negara tidak cepat terkuras ketika terjadi gejolak nilai tukar. Logika sederhananya adalah: jika perdagangan bilateral antara Indonesia dan Thailand, misalnya, diselesaikan menggunakan Rupiah dan Baht, maka permintaan pasar domestik terhadap Dolar AS untuk transaksi tersebut akan hilang.

Bayangkan volume transaksi LCT yang kini mencapai miliaran Dolar AS (ekivalen), seperti yang dilaporkan Bank Indonesia, pada periode Januari–Juli 2025, realisasi transaksi LCT Indonesia Tiongkok telah mencapai ekivalen 6,23 miliar dolar AS, meningkat dari ekivalen 2,17 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan negara lain juga terus menunjukkan perkembangan, yaitu Malaysia (ekivalen 2,03 miliar dolar AS), Thailand (ekivalen 644 juta dolar AS), Jepang (ekivalen 5,08 miliar dolar AS), Korea Selatan (ekivalen 85 juta dolar AS), dan Uni Emirat Arab (ekivalen 72 juta dolar AS). Setiap transaksi tersebut adalah Dolar yang tidak perlu diambil dari pasar valas domestik, dan secara efektif adalah Dolar yang tidak perlu diintervensi oleh Bank Indonesia.

Dampak LCT terhadap cadangan devisa bekerja melalui dua jalur utama: (1) Mengurangi Permintaan Dolar: LCT menurunkan permintaan Dolar untuk transaksi current account (perdagangan dan jasa). Ini berarti tekanan pelemahan terhadap Rupiah berkurang, sehingga kebutuhan BI untuk menguras cadangan devisa melalui intervensi juga berkurang dan (2) Meningkatkan Diversifikasi Aset: Dengan mendorong likuiditas mata uang mitra dagang di pasar valas lokal, LCT membantu mendiversifikasi risiko mata uang. Secara bertahap, ini membuka kemungkinan bagi Indonesia untuk menyimpan dan mengelola sebagian kecil aset cadangan devisa dalam mata uang yang lebih stabil di kawasan, mengurangi konsentrasi risiko Dolar.

Membangun Kemandirian Kolektif

LCT merupakan wujud nyata dari langkah de-dolarisasi yang dilakukan secara realistis dan bertahap. Inisiatif ini bukanlah upaya untuk menantang dominasi Dolar, melainkan kerja sama negara-negara ASEAN untuk membangun sistem keuangan yang lebih mandiri. Kepercayaan terhadap program ini semakin menguat berkat hadirnya pedoman operasional LCT yang telah diselaraskan antar bank sentral, sehingga prosesnya menjadi lebih transparan dan mudah dijalankan.

Berbagai dukungan kebijakan termasuk layanan klinik konsultasi bagi pelaku usaha yang diberikan oleh BI, bertujuan untuk memastikan LCT tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar menjadi alat praktis yang membantu eksportir dan importir dalam bertransaksi.Jika LCT berhasil mencapai skala yang signifikan, dampak jangka panjangnya adalah cadangan devisa Indonesia menjadi lebih stabil karena dapat difokuskan pada fungsi utamanya sebagai penyangga utang luar negeri dan menghadapi guncangan ekonomi besar, bukan lagi tersita untuk meredam volatilitas transaksi perdagangan harian. Stabilitas ini pada gilirannya memperkuat kepercayaan pasar dan meningkatkan persepsi investor terhadap ketahanan makroekonomi Indonesia. Selain itu, ruang kebijakan moneter Bank Indonesia juga menjadi lebih leluasa, karena penentuan suku bunga dapat lebih berorientasi pada kondisi ekonomi domestik tanpa harus terus-menerus dibayangi efek limpahan kebijakan The Fed.

Inisiatif LCT adalah sebuah pergeseran strategis. Ini adalah langkah maju yang mengukuhkan kedaulatan moneter Indonesia dan ASEAN. Dengan memanfaatkan LCT, kita tidak hanya menghemat biaya transaksi, tetapi yang lebih penting, kita memproteksi cadangan devisa sebagai aset strategis bangsa, menjauhkannya dari hiruk pikuk dan tekanan politik moneter global.

*) Penulis adalah Dian Purwanti, Mahasiswa UNJ-Magister pendidikan ekonomi

Komentar0

Type above and press Enter to search.